I dream high I dream a dream
When it's tough, I close my eyes and
The moment my dream comes true
continue to recall and get up
at the end of fear today too I tremble
Like a baby bird, would it fall, unable to fly
repeatedly I can do it, can my dream come true
every time I'm fearful, my belief walking step by step again
I dream high I dream a dream
When it's tough, I close my eyes and
The moment my dream comes true
continue to recall and get up
I believe I can fly high
one day me above the sky
wings stretched out, more free than anyone else
flying rising high
I need bravery to overcome
firstly pick myself up rise again and dare to run
once again believe in me and my destiny
climb over every wall taller than me
I dream high I dream a dream
When it's tough, I close my eyes and
The moment my dream comes true
continue to recall and get up
I believe I can fly high
one day me above the sky
wings stretched out, more free than anyone else
flying rising high
Dream high a chance to fly high
Now bye bye to all that hurts
try flying high like the stars in the sky
your dream will unfold
starting from now
don't be afraid of the future made by your hands
now walk totally confident
unstoppable destiny is destiny
now we soar up high
for you, this whole new fantasy
so from now, take my hand here
from now on, our aim
one dream and not give up
youthful passion all here dream high
I dream high I dream a dream
When it's tough, I close my eyes and
The moment my dream comes true
continue to recall and get up
I believe I can fly high
one day me above the sky
wings stretched out, more free than anyone else
flying rising high
Jumat, 23 September 2011
Minggu, 11 September 2011
tugas kuliah
1. Perbedaan port paralel dan port serial.
| Port paralel | Port serial |
| Merupakan standar komunikasi yang menggunakan pola transmisi data secara parallel. Port ini mampu menerima lebih dari satu bit per satu waktu. Disebut dengan port LPT Dipakai untuk menghubungkan peralatan seperti printer, harddisk, scanner, dan lain-lain. Kecepatan transfer 150 kbps sampai dengan 5600 kbps. Menggunakan konektor DB-25 dengan jumlah pin sebanyak 25 buah. | Sebuah interface fisik yang menggunakan jenis komunikasi serial yang mentransfer informasi keluar atau kedalam dalam satuan bit per detik Dikenal dengan nama port Com yang terdiri atas Com1, Com2, dan seterusnya. Berfungsi untuk menyambungkan alat-alat seperti, mouse, modem analog, dan barcode reader. Kecepatan transfer antara 230 kbps sampai 4800 kbps. Menggunakan konektor RS-232 dengan pilihan 9 pin dan 25 pin. |
2. Jenis port serial yang umum digunakan
Berbagai aplikasi elektronika dapat berkomunikasi dengan port serial komputer. Namun IC MAX 232 ialah IC yang umum digunakan sebagai RS232 Converter, meskipun dapat digantikan dengan rangkaian transistor.
3. Perbedaan DVI dan HDMI
High-Definition Multimedia Interface (HDMI) adalah salahsatu antarmuka (interface) peralatan audio/video digital tanpa kompresi yang didukung oleh industri. HDMI menyediakan antarmuka antara beberapa sumber audio/video digital yang cocok, saperti set-top box, pemutar DVD atau penerima AV serta audio digital dan/atau monitor video yang cocok, saperti televisi digital (DTV). Sedangkan DVI (Digital Video Interface) adalah juga antarmuka (interface) yang dirancang untuk memaksimalkan kualitas visual pada perangkat layar, seperti LCD Komputer atau Proyektor. Perangkat ini dirancang untuk menampilkan data video digital yang tak terkompresi di Layar. Hal ini sebagian sangat kompatibel (cocok) dengan HDMI standar dalam modus digital DVI-D dan VGA dalam modus analog.
4. Apa itu Hyperthreading Technology
Hyper-Threading Technology disingkat dengan sebutan HTT. Teknologi karya Intel ini merupakan pengembangan dari teknologi Super-threading yang sebelumnya pernah diterapkan di prosesor Xeon (prosesor untuk server). Hyper-threading adalah bentuk inovasi teknologi yang lebih maju, yang menggunakan teknologi simultaneous multithreading (SMT), yang kemudian diterapkan pada beberapa varian prosesor Pentium 4, baik yang versi prosesor desktop maupun mobile. Teknologi Hyper-threading ini tidak diterapkan di generasi prosesor Pentium M berbasis core, Merom, Conroe dan Woodcrest. Namun penggunaan teknologi hyper-treading tidak efisien dalam penggunaan energi. Sehingga menjadi pertimbangan mengapa teknologi hyper-threading ini tidak diterapkan pada prosesor-prosesor baru berbasis core.
5. Apa itu Embedded Processor?
Prosesor Embedded dapat dibagi menjadi dua kategori besar, mikroprosesor biasa μP dan mikrokontroler. Embedded processor artinya prosesor yang diberikan program khusus yang selanjutnya diaplikasikan untuk akusisi data dan kendali khusus, dan bisa diprogram ulang. Mikrokontroler adalah pengembangan dari mikroprosesor untuk keperluan instrumentasi ‘sederhana’, misalnya untuk pengaturan motor, pengaturan permukaan cairan, pengukuran suhu, pH, konduktifitas, aplikasi PLC sederhana dan semacamnya. Mikrokontroler adalah suatu chip yang dibuat dengan ciri-ciri kekhasannya, seperti, memiliki memory internal relatif sedikit., memiliki unit I/O langsung, Memiliki perintah / program yang langsung berhubungan dengan I/O, program relatif sederhana, dan beberapa varian memiliki memori yang tidak hilang bila catu padam didalamnya untuk menyimpan program.
Bismillah Ikhlas
Demi cinta ku pergiTinggalkanmu relakanmu
Untuk cinta tak pernah
Ku sesali saat ini
Ku alami ku lewati
Suatu saat ku ‘kan kembali
Sungguh sebelum aku mati
Dalam mihrab cinta ku berdoa semoga
Suatu hari kau kan mengerti
Siapa yang paling mencintai
Dalam mihrab cinta ku berdoa padaNya
Karena cinta ku ikhlaskan
Segalanya kepada-Nya
Untuk cinta tak pernah
Ku sesali saat ini
Ku alami ku lewati
Suatu saat ku ‘kan kembali
Sungguh sebelum aku mati
Dalam mihrab cinta ku berdoa semoga
Suatu hari kau ‘kan mengerti
Siapa yang paling mencintai
Dalam mihrab cinta ku berdoa pada-Nya
Semoga semoga …
Sabtu, 03 September 2011
subhanalloh
alloh memang slalu tau apa yang terbaik bagiku.. alloh slalu sayang padaku.. alloh slalu menjawab smua pertanyaanku dengan tepat waktu...
ya alloh hari ini akuuu bahagia.. meski hanya sebentar akuu bisa menanyakan kabarnya, tapi ituuu cukup bagikuu ya allohh..
engkau slalu tau apa yang aku mauu ya alloh.. hari ini akuu benar2 bersyukur padamu... begitu maha besar engkau yang dengan mudahnya menjadikan sesuatu..
jika aku masih diberi kesempatan, aku tidak akan pernahh memutus doa yang slalu kuucapakan seusai sholatku... karna hari ini kau telah menjawab sebagian doaku slama ini.. aku akan bersabar lagi untuk menunggu setiap waktu,, kapaan pun engkau akan memberiku kesempatan lagii.. karna akuu tauu ya alloh engkau lah yang tau yang terbaik bagiku...
terimakasih ya alloh
ya alloh hari ini akuuu bahagia.. meski hanya sebentar akuu bisa menanyakan kabarnya, tapi ituuu cukup bagikuu ya allohh..
engkau slalu tau apa yang aku mauu ya alloh.. hari ini akuu benar2 bersyukur padamu... begitu maha besar engkau yang dengan mudahnya menjadikan sesuatu..
jika aku masih diberi kesempatan, aku tidak akan pernahh memutus doa yang slalu kuucapakan seusai sholatku... karna hari ini kau telah menjawab sebagian doaku slama ini.. aku akan bersabar lagi untuk menunggu setiap waktu,, kapaan pun engkau akan memberiku kesempatan lagii.. karna akuu tauu ya alloh engkau lah yang tau yang terbaik bagiku...
terimakasih ya alloh
Minggu, 28 Agustus 2011
happy lebaran day untuk seseorang disana
hope alloh always in beside you
tetap smangaaat yaaaa kaakaa.. :D
you can do it now and tomorrow
may we can meet again
di suatu tempat yang sangat berharga bagi kita
Jumat, 26 Agustus 2011
Indahnya Cinta Karena Allah
“Tidaklah seseorang diantara kalian dikatakan beriman, hingga dia mencintai sesuatu bagi saudaranya sebagaimana dia mencintai sesuatu bagi dirinya sendiri.”
Secara nalar pecinta dunia, bagaimana mungkin kita mengutamakan orang lain dibandingkan diri kita? Secara hawa nafsu manusia, bagaimana mungkin kita memberikan sesuatu yang kita cintai kepada saudara kita?
Pertanyaan tersebut dapat terjawab melalui penjelasan Ibnu Daqiiqil ‘Ied dalam syarah beliau terhadap hadits diatas (selengkapnya, lihat di Syarah Hadits Arba’in An-Nawawiyah).
(“Tidaklah seseorang beriman” maksudnya adalah -pen). Para ulama berkata, “yakni tidak beriman dengan keimanan yang sempurna, sebab jika tidak, keimanan secara asal tidak didapatkan seseorang kecuali dengan sifat ini.”
Maksud dari kata “sesuatu bagi saudaranya” adalah berupa ketaatan, dan sesuatu yang halal. Hal ini sebagaimana dijelaskan dalam hadits yang diriwayatkan oleh An-Nasa’i.
“…hingga dia mencintai bagi saudaranya berupa kebaikan sebagaimana dia mencintai jika hal itu terjadi bagi dirinya.”
Syaikh Abu Amru Ibnu Shalah berkata, “Hal ini terkadang dianggap sebagai sesuatu yang sulit dan mustahil, padahal tidaklah demikian, karena makna hadits ini adalah tidak sempurna iman seseorang diantara kalian sehingga dia mencintai bagi keislaman saudaranya sebagaimana dia mencintai bagi dirinya. Menegakkan urusan ini tidak dapat direalisasikan dengan cara menyukai jika saudaranya mendapatkan apa yang dia dapatkan, sehingga dia tidak turut berdesakan dengan saudaranya dalam merasakan nikmat tersebut dan tidak mengurangi kenikmatan yang diperolehnya. Itu mudah dan dekat dengan hati yang selamat, sedangkan itu sulit terjadi pada hati yang rusak, semoga Allah Ta’ala memaafkan kita dan saudara-saudara kita seluruhnya.”
Abu Zinad berkata, “Sekilas hadits ini menunjukkan tuntutan persamaan (dalam memperlakukan dirinya dan saudaranya), namun pada hakekatnya ada tafdhil (kecenderungan untuk memperlakukan lebih), karena manusia ingin jika dia menjadi orang yang paling utama, maka jika dia menyukai saudaranya seperti dirinya sebagai konsekuensinya adalah dia akan menjadi orang yang kalah dalam hal keutamaannya. Bukankah anda melihat bahwa manusia menyukai agar haknya terpenuhi dan kezhaliman atas dirinya dibalas? Maka letak kesempurnaan imannya adalah ketika dia memiliki tanggungan atau ada hak saudaranya atas dirinya maka dia bersegera untuk mengembalikannya secara adil sekalipun dia merasa berat.”
Diantara ulama berkata tentang hadits ini, bahwa seorang mukmin satu dengan yang lain itu ibarat satu jiwa, maka sudah sepantasnya dia mencintai untuk saudaranya sebagaimana mencintai untuk dirinya karena keduanya laksana satu jiwa sebagaimana disebutkan dalam hadits yang lain:
“Orang-orang mukmin itu ibarat satu jasad, apabila satu anggota badan sakit, maka seluruh jasad turut merasakan sakit dengan demam dan tidak dapat tidur.” (HR. Muslim)
“Saudara” yang dimaksud dalam hadits tersebut bukan hanya saudara kandung atau akibat adanya kesamaan nasab/ keturunan darah, tetapi “saudara” dalam artian yang lebih luas lagi. Dalam Bahasa Arab, saudara kandung disebut dengan Asy-Asyaqiiq ( الشَّّقِيْقُ). Sering kita jumpa seseorang menyebut temannya yang juga beragama Islam sebagai “Ukhti fillah” (saudara wanita ku di jalan Allah). Berarti, kebaikan yang kita berikan tersebut berlaku bagi seluruh kaum muslimin, karena sesungguhnya kaum muslim itu bersaudara.
Jika ada yang bertanya, “Bagaimana mungkin kita menerapkan hal ini sekarang? Sekarang kan jaman susah. Mengurus diri sendiri saja sudah susah, bagaimana mungkin mau mengutamakan orang lain?”
Wahai saudariku -semoga Allah senantiasa menetapkan hati kita diatas keimanan-, jadilah seorang mukmin yang kuat! Sesungguhnya mukmin yang kuat lebih dicintai Allah. Seberat apapun kesulitan yang kita hadapi sekarang, ketahuilah bahwa kehidupan kaum muslimin saat awal dakwah Islam oleh Rasulullah jauh lebih sulit lagi. Namun kecintaan mereka terhadap Allah dan Rasul-Nya jauh melebihi kesedihan mereka pada kesulitan hidup yang hanya sementara di dunia. Dengarkanlah pujian Allah terhadap mereka dalam Surat Al-Hasyr:
“(Juga) bagi orang fakir yang berhijrah yang diusir dari kampung halaman dan dari harta benda mereka (karena) mencari karunia dari Allah dan keridhaan-Nya dan mereka menolong Allah dan Rasul-Nya. Mereka itulah orang-orang yang benar(ash-shodiquun). Dan orang-orang yang telah menempati kota Madinah dan telah beriman (Anshor) sebelum (kedatangan) mereka (Muhajirin), mereka (Anshor) ‘mencintai’ orang yang berhijrah kepada mereka (Muhajirin). Dan mereka (Anshor) tiada menaruh keinginan dalam hati mereka terhadap apa-apa yang diberikan kepada mereka (Muhajirin). Dan mereka mengutamakan (orang-orang Muhajirin) atas diri mereka sendiri, sekalipun mereka dalam kesusahan. Dan siapa yang dipelihara dari kekikiran dirinya, mereka itulah orang-orang yang beruntung.” (QS. Al-Hasyr: 8-9)
Dalam ayat tersebut Allah memuji kaum Muhajirin yang berhijrah dari Makkah ke Madinah untuk memperoleh kebebasan dalam mewujudkan syahadat mereka an laa ilaha illallah wa anna muhammadan rasulullah. Mereka meninggalkan kampung halaman yang mereka cintai dan harta yang telah mereka kumpulkan dengan jerih payah. Semua demi Allah! Maka, kaum muhajirin (orang yang berhijrah) itu pun mendapatkan pujian dari Allah Rabbul ‘alamin. Demikian pula kaum Anshar yang memang merupakan penduduk Madinah. Saudariku fillah, perhatikanlah dengan seksama bagaimana Allah mengajarkan kepada kita keutamaan orang-orang yang mengutamakan saudara mereka. Betapa mengagumkan sikap itsar (mengutamakan orang lain) mereka. Dalam surat Al-Hasyr tersebur, Allah memuji kaum Anshar sebagai Al-Muflihun (orang-orang yang beruntung di dunia dan di akhirat) karena kecintaan kaum Anshar terhadap kaum Muhajirin, dan mereka mengutamakan kaum Muhajirin atas diri mereka sendiri, sekalipun mereka (kaum Anshar) sebenarnya juga sedang berada dalam kesulitan. Allah Ta’aala memuji orang-orang yang dipelihara Allah Ta’aala dari kekikiran dirinya sebagai orang-orang yang beruntung. Tidaklah yang demikian itu dilakukan oleh kaum Anshar melainkan karena keimanan mereka yang benar-benar tulus, yaitu keimanan kepada Dzat yang telah menciptakan manusia dari tanah liat kemudian menyempurnakan bentuk tubuhnya dan Dia lah Dzat yang memberikan rezeki kepada siapapun yang dikehendaki oleh-Nya serta menghalangi rezeki kepada siapapun yang Dia kehendaki.
Tapi, ingatlah wahai saudariku fillah, jangan sampai kita tergelincir oleh tipu daya syaithon ketika mereka membisikkan ke dada kita “utamakanlah saudaramu dalam segala hal, bahkan bila agama mu yang menjadi taruhannya.” Saudariku fillah, hendaklah seseorang berjuang untuk memberikan yang terbaik bagi agamanya. Misalkan seorang laki-laki datang untuk sholat ke masjid, dia pun langsung mengambil tempat di shaf paling belakang, sedangkan di shaf depan masih ada tempat kosong, lalu dia berdalih “Aku memberikan tempat kosong itu bagi saudaraku yang lain. Cukuplah aku di shaf belakang.” Ketahuilah, itu adalah tipu daya syaithon! Hendaklah kita senantiasa berlomba-lomba dalam kebaikan agama kita. Allah Ta’ala berfirman:
“Maka berlomba-lombalah (dalam membuat) kebaikan. Di mana saja kamu berada pasti Allah akan mengumpulkan kamu sekalian (pada hari kiamat). Sesungguhnya Allah Maha Kuasa atas segala sesuatu.” (QS. Al-Baqoroh: 148)
Berlomba-lombalah dalam membuat kebaikan agama, bukan dalam urusan dunia. Banyak orang yang berdalih dengan ayat ini untuk menyibukkan diri mereka dengan melulu urusan dunia, sehingga untuk belajar tentang makna syahadat saja mereka sudah tidak lagi memiliki waktu sama sekali. Wal iyadzu billah. Semoga Allah menjaga diri kita agar tidak menjadi orang yang seperti itu.
oleh : ummul hasanoleh :
Langganan:
Postingan (Atom)



